Rumah-rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami kebakaran pada malam hari yang tidak terlupakan itu. Kejadian yang menggegerkan warga setempat terjadi pada pukul 22.00 WITA dan menjadi perhatian banyak orang.
Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, hadir di lokasi kejadian saat terjadinya peristiwa ini. Ia memastikan bahwa upaya pemadaman api dilakukan segera setelah insiden dilaporkan oleh warga di sekitar.
Detail Peristiwa Kebakaran yang Menghancurkan Rumah Adat
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, mengonfirmasi bahwa banyak mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran. Bantuan datang dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat.
Puluhan unit mobil pemadam kebakaran, baik dari Pemda maupun pihak lain, terlibat dalam usaha pemadaman yang memakan waktu cukup lama. Upaya ini sangat penting karena rumah adat Sade memiliki nilai budaya yang sangat tinggi bagi masyarakat lokal.
Api awalnya muncul dari salah satu rumah, menyebar dengan cepat ke rumah-rumah lain. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu meningkatkan risiko penyebaran api tersebut, menciptakan suasana panik di kalangan warga sekitar.
Tak Ada Korban Jiwa, Namun Kerugian Material Signifikan
Seluruh warga kampung adat Sade yang dihuni oleh sekitar 700 orang segera bereaksi menyelamatkan diri dan barang-barang berharga. Walaupun tidak ada korban jiwa dilaporkan, kerugian material dari kebakaran ini sangat besar.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah yang terbakar dan warga yang terdampak. Data yang akurat sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya.
Selain itu, laporan dari masyarakat menyebutkan bahwa jalur lalu lintas di jalan raya Sengkol-Mandalika mengalami gangguan saat petugas berusaha memadamkan api. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Makna Budaya Rumah Adat Sade bagi Masyarakat Setempat
Rumah adat Sade bukan hanya sekadar bangunan; mereka simbol dari warisan budaya yang kaya. Didirikan dengan mengedepankan nilai-nilai estetika dan kearifan lokal, rumah-rumah ini memperlihatkan cara hidup orang Sasak yang terjalin erat dengan lingkungan.
Material yang digunakan, seperti jerami dan bambu, memberikan karakteristik unik pada arsitektur mereka. Lantai rumah yang terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuatnya sangat kuat sekaligus mencerminkan tradisi turun temurun.
Setiap rumah memiliki ciri khas tersendiri dan dibangun hanya dengan satu pintu yang kecil dan tidak ada jendela. Hal ini menunjukkan nilai-nilai tertentu dalam budaya Sasak yang patut dilestarikan dan dihormati.



