Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kementerian perhubungan setelah terjadinya kebakaran pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (20/10) ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan kapal yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2026.
Lasarus menilai insiden ini melambangkan kegagalan dalam evaluasi dan perbaikan yang seharusnya dilakukan oleh pihak kementerian. Ia meminta tindakan yang lebih serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Menurut Lasarus, meski permintaan evaluasi sudah diajukan kepada kementerian, kecelakaan kapal masih terus terjadi. Hal ini menunjukkan ada masalah mendasar dalam pengawasan dan regulasi yang ada di sektor transportasi laut.
Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang dan Tanggapan Kementerian
Lasarus menegaskan bahwa kejadian kebakaran ini bukanlah yang pertama kali, dan respons dari Ditjen Perhubungan Laut dinilai sangat lemah. Ia menyatakan, “Belum ada perbaikan yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Itu catatan dari kami.”
Ia pun menduga bahwa permintaan evaluasi dari pihaknya kepada kementerian tidak dilaksanakan secara serius. “Kita sudah minta dilakukan evaluasi menyeluruh. Ini tidak dilakukan sepertinya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Lasarus mempertanyakan kurangnya tindakan konkret dari kementerian perhubungan dalam menyikapi kecelakaan kapal yang terus terjadi. “Responsnya sangat lemah dalam menyikapi kejadian kebakaran kapal,” ujarnya.
Perlunya Perubahan dalam SOP dan Mekanisme Pengawasan Kapal
Lasarus berpendapat bahwa kementerian perhubungan seharusnya melakukan evaluasi mendalam terhadap mekanisme dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengawasan kapal. “Kalau SOP yang gagal itu jangan dipakai lagi,” ujarnya saat menekankan pentingnya perbaikan sistem yang ada.
Menurutnya, revisi mekanisme pengawasan kapal yang baru sangat dibutuhkan demi keselamatan penumpang. Tanpa adanya perubahan yang signifikan, insiden serupa hanya akan terus berulang dan berisiko bagi semua pihak.
Dengan kondisi ini, Lasarus menegaskan bahwa kementerian harus bertanggung jawab untuk jaminan keselamatan pelayaran. Kementerian diharapkan tidak hanya reactive, tetapi juga proactive dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.
Detail Insiden Kebakaran KMP Batumandi di Merak
Kebakaran pada KMP Batumandi dilaporkan terjadi di perairan Selat Sunda, sekitar Pelabuhan Merak pada sore hari, sekitar pukul 16.15 WIB. Menurut data dari Kantor SAR Banten, total 460 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal.
Semua penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski ada 11 orang yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap keselamatan kapal dan penumpang.
Pihak PT ASDP, Windy Andale, mengindikasikan bahwa kebakaran diduga berawal dari buritan kapal di deck atas yang biasa digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. Pihaknya akan berkoordinasi dengan polisi untuk menyelidiki lebih jauh penyebab kebakaran tersebut.



