Donghan.co.id
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Donghan.co.id
No Result
View All Result
Home Formula 1

Kejagung Hitung Keuntungan Bos BGN Dadan dan Tim dari Insentif Dapur MBG

Han Zhou by Han Zhou
June 4, 2026
in Formula 1
38 1
0
Kejagung Hitung Keuntungan Bos BGN Dadan dan Tim dari Insentif Dapur MBG
32
SHARES
356
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait keterlibatan sejumlah orang dalam kasus korupsi yang melibatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyelidikan ini berfokus pada dugaan aliran dana yang diterima oleh Dadan Hindayana dan rekan-rekannya dari yayasan yang terlibat dalam program tersebut. Program ini seharusnya dikelola oleh yayasan yang sesuai, namun ternyata ada penyimpangan yang cukup mencolok dalam pelaksanaannya.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa yayasan yang terlibat tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra dalam program ini. Meskipun begitu, banyak dari yayasan tersebut justru yang dipilih untuk mengelola program MBG karena adanya afiliasi dengan petinggi BGN.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas proses pemilihan mitra yayasan dalam program yang sebenarnya bertujuan untuk memenuhi gizi masyarakat. Pengaturan verifikasi yang digunakan juga mencuri perhatian, di mana ada dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

Keterlibatan Para Tersangka dalam Penyimpangan Proyek

Syarief mengungkapkan bahwa keterlibatan Dadan Hindayana beserta dua mantan wakil kepala BGN, yaitu Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, menjadi sorotan utama. Mereka diduga menerima insentif miliaran rupiah setiap harinya melalui yayasan yang disetop di lapangan. Yayasan itu memiliki afiliasi dengan ketiganya dan diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi tersebut.

Menurutnya, aliran dana seksual ini membuat tim penyidik kesulitan dalam mengungkap total kerugian negara yang diakibatkan. Saat ini, proses perhitungan masih berlangsung, dan belum ada angka pasti yang dapat disampaikan ke publik.

Lebih lanjut, Syarief menyatakan bahwa ketiga tersangka juga terlibat dalam pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Ini menciptakan sejumlah kerugian yang cukup besar bagi operasional pelaksanaan MBG.

Rincian Pengadaan yang Tidak Sesuai dalam Program

Syarief memberikan rincian lebih lanjut mengenai pengadaan yang mengalami penyimpangan. Salah satu yang paling mencolok adalah pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan total anggaran sekitar Rp1 triliun. Hal ini jelas tidak rasional mengingat kebutuhan yang ada di lapangan.

Selanjutnya, ada pengadaan 32.000 pasang sepatu yang juga tidak sesuai dengan ketentuan dan mengalami markup harga. Pengadaan ini dipertanyakan mengingat spesifikasi produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan sesungguhnya.

Di samping itu, perangkat tablet sebanyak 31.000 unit yang seharusnya dipenuhi dengan syarat yang jelas juga muncul dalam laporan. Markup harga juga ditemukan pada pengadaan 5.400 unit televisi 75 inch yang memperburuk keadaan.

Dampak Hukum bagi Tersangka dan Proses Penegakan Hukum

Akibat penyimpangan ini, kerugian negara yang terjadi sudah mulai terukur. Ketiga tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini mereka telah ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung dan Kejari Jaksel. Proses hukum ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak terkait program publik.

Keberanian pihak Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti kasus ini sangat diapresiasi. Hal ini menunjukkan adanya upaya yang solid untuk memberantas korupsi yang terus menggerogoti anggaran negara. Penegakan hukum menjadi salah satu kunci untuk memastikan bahwa program-program publik dapat dijalankan dengan baik dan transparan.

Ke depan, masyarakat diharapkan dapat lebih kritis terhadap program-program yang dikelola oleh yayasan atau lembaga tertentu. Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang mutlak untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran di masa mendatang.

Tags: BGNBosDadandanDapurdariHitungInsentifKejagungKeuntunganMBGTim
Tweet8Share13Share
Previous Post

Angin Kencang Sebabkan 58 Hunian Sementara Korban Banjir di Aceh Utara Rusak

Next Post

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK

Han Zhou

Han Zhou

Next Post
Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK

Youtube Channel

Currently Playing

Follow Our Page

Popular Post

    donghan-1

    donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026

    Follow Us

    Category

    • Basket
    • Formula 1
    • MotoGP
    • Raket
    • Sepakbola
    • Sport Lain

    Tag Cloud

    Akan Anak Anggota Banjir Dalam dan dari dengan Diduga DPR Dua Dugaan Dunia Haji Hingga Indonesia Jakarta Jemaah Kasus Kebakaran Korban KPK Makassar Meninggal Menurut Minta oleh pada Penjara Polisi Prabowo Rumah saat Setelah Tahun tentang Terkait Tewas Tidak Tiga Tim TNI untuk Warga yang

    Recent News

    Mantan Wakil Menteri Divonis 4,5 Tahun Penjara

    Mantan Wakil Menteri Divonis 4,5 Tahun Penjara

    June 4, 2026
    Depresi Berat Usai Kehilangan Diogo Jota dan Ayahnya

    Depresi Berat Usai Kehilangan Diogo Jota dan Ayahnya

    June 4, 2026

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    No Result
    View All Result
    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In