Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Kota Kendari memiliki potensi yang signifikan untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan industri MICE di kawasan timur Indonesia. Hal ini diungkapkan Wiyagus saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-195 Kota Kendari, yang berlangsung di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berdedikasi dalam memajukan Kota Kendari hingga menginjak usia 195 tahun. Wiyagus menyebut bahwa momentum ini sangat penting bagi perkembangan Kota Kendari ke depannya.
Ditekankan bahwa kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak adalah kunci dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel. Ia menilai bahwa HUT Kendari tahun ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan penyelenggaraan UCLG ASPAC 2026.
Peluang Ekonomi Kendari Yang Terbuka Lebar
Wiyagus menjelaskan bahwa berada di titik tersebut memberikan kesempatan bagi Kendari untuk tidak hanya menjadi ibu kota Sultra, namun juga pusat perhatian di kawasan Asia-Pasifik dalam hal tata kelola pemerintahan daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa Kendari terus berkembang dan mendapatkan pengakuan internasional.
Kepercayaan dunia internasional menjadikan Kendari sebagai tuan rumah forum global juga merupakan indikator dari kapasitas kota ini. Dengan pengakuan tersebut, terlihat bahwa pembangunan yang dilakukan sudah sejalan dengan harapan dan potensi yang dimiliki.
Ia menggambarkan Kendari sebagai kota yang modern yang tetap melestarikan akar budayanya. Kendari juga diharapkan menjadi kota yang ambisius secara ekonomi, namun tetap inklusif secara sosial.
Perkembangan Ekonomi dan Stabilitas Kota Kendari
Dengan situasi ekonomi global yang dinamis, Wiyagus menghargai capaian pembangunan di Kota Kendari. Pada tahun ini, Kendari berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen, yang melebihi angka pertumbuhan nasional.
Pencapaian ini tentu memberikan harapan baru bagi masyarakat Kendari untuk terus berinovasi. Selain itu, stabilitas harga juga terjaga dengan baik, di mana angka inflasi di Kota Kendari tercatat sebesar 2,96 persen melalui kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kendari harus terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja dalam mengelola ekonomi. Ini juga perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menjaga Tradisi Dalam Modernisasi Kendari
Kendari diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal modernisasi yang tetap menghargai tradisi. Modernisasi tidak seharusnya berarti menjauhkan diri dari budaya dan identitas lokal.
Pemerintah daerah berkewajiban memperkenalkan inisiatif yang selaras dengan nilai-nilai lokal. Pengembangan yang inklusif dan berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam merangkul semua lapisan masyarakat.
Inisiatif yang berpihak kepada masyarakat dan lingkungan akan mendukung pertumbuhan yang lebih harmonis di Kota Kendari. Oleh karena itu, kerjasama semua elemen sangat diperlukan untuk mewujudkan visi ini.



