Kasus pemukulan yang melibatkan seorang petinggi polisi kembali mencuat ke publik. Korban, Bill Irzano, baru saja melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke pihak berwenang, dan kini masyarakat menantikan langkah hukum yang akan diambil selanjutnya.
Di tengah sorotan isu hukum yang melibatkan aparat, keluarga korban merasa perlu untuk mencari keadilan. Mereka menyampaikan harapan agar pihak penegak hukum mampu menangani kasus ini secara objektif dan transparan.
Bill Irzano, seorang pegawai honor di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Barat, mengaku dipukul oleh Kombes Teddy Fanani, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, pada Jumat malam lalu saat ia dalam perjalanan menjemput seorang dignitaris di bandara setempat.
Detil Kejadian Pemukulan yang Mengguncang Masyarakat
Pemukulan tersebut terjadi di Jalan Adinegoro, Padang, saat Bill mengemudikan kendaraan dinas plat merah. Ia menyalip mobil dinas polisi dari sisi kiri, yang diduga menjadi pemicu kemarahan pengemudi dan penumpang mobil tersebut.
Setelah melakukan tindakan mendahului, Bill merasa ada yang tidak beres ketika mobil dinas polisi menyalakan lampu strobo dan sirine untuk mengejar kendaraannya. Situasi semakin tegang ketika Bill memutuskan untuk berhenti dan minta maaf.
Situasi tersebut mengundang reaksi cepat dari Kombes Teddy yang turun dari mobil dan langsung melakukan pemukulan. Dalam hitungan detik, Bill mengalami luka di wajahnya akibat pukulan yang dilayangkan oleh pihak berwenang.
Tanggapan Keluarga Korban dan Harapan untuk Keadilan
Keluarga Bill, terutama sang ibu, Susi Suzanna, menegaskan ingin mencari keadilan melalui jalur hukum. Mereka berharap langkah hukum ini bisa memberikan efek jera kepada pelaku dan penegak hukum lainnya.
Laporan resmi telah diajukan ke Ditpropam dan SPKT Polda Sumbar, dengan nomor laporan LP/B/218/VIII/2026/SPKT. Mereka ingin agar kasus ini ditindaklanjuti dalam konteks etika dan pidana.
Bill juga menyatakan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, terlebih kepada orang-orang yang tidak bersalah. Keduanya menginginkan keadilan dalam menghadapi tindakan yang tidak terpuji tersebut.
Reaksi Pihak Berwenang Terhadap Kasus Ini
Kapolda Sumbar, Irjen Djati Wiyoto Ardhy, telah memberikan pernyataan resmi terkait penyelidikan kasus ini. Ia sudah memerintahkan Ditpropam untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Kombes Teddy Fanani.
Kapolda menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum polisi harus mendapatkan sanksi yang setimpal. Pernyataan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Irjen Djati juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini agar masyarakat tidak merasa ragu terhadap tindakan yang diambil oleh aparat penegak hukum.



