Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah mengumumkan status tanggap darurat bencana akibat banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Trumon Tengah. Keputusan ini diambil setelah peninjauan oleh Bupati Mirwan MS dan analisis terhadap laporan keseluruhan kondisi bencana tersebut yang berdampak pada pengungsian warga.
Bupati Mirwan menyatakan, penetapan status darurat ini adalah langkah penting untuk menangani situasi yang ada dengan lebih cepat dan efektif. Dalam beberapa laporan yang diterima, sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman.
Ketinggian air banjir mencapai antara 30 hingga 60 sentimeter, menyebabkan banyak rumah terendam. Mereka yang mengungsi sebagian besar memilih tinggal di Kompi Brimob dan rumah kerabat di sekitar untuk menghindari kemungkinan terjadinya banjir susulan yang lebih parah.
Prioritas Penanganan Banjir dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Bupati Mirwan menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan struktural maupun non-struktural dalam menghadapi bencana. Dalam hal ini, langkah cepat diambil untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari prakiraan curah hujan tinggi yang dapat memperburuk situasi di lapangan.
Dia telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran pemerintah agar tetap waspada dan siap siaga terhadap kondisi yang bisa berkembang. Fokus utama saat ini adalah mencegah lebih banyak korban berjatuhan serta menyiapkan segala sumber daya untuk bantuan.
“Kami tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi bencana ini sendirian. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan semua langkah diambil demi keselamatan dan kesejahteraan warganya,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan kepada awak media.
Penghentian Aktivitas Ekonomi yang Berlebihan
Bupati juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan keadaan yang terjadi, termasuk menggencarkan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan. Dia meminta semua orang untuk tetap tenang dan tidak membuat situasi semakin rumit dengan tindakan yang tidak perlu.
Pembelian berlebihan dapat mengganggu distribusi barang dan menyebabkan kekacauan di pasar. Seluruh warga diharapkan dapat bersikap tenang, baik dalam menghadapi situasi darurat maupun dalam proses penanganannya.
“Kesiapsiagaan yang baik akan menjadi kunci dalam menghadapi situasi krisis semacam ini. Mari kita bersatu dan saling membantu,” ajaknya lagi kepada masyarakat.
Bantuan untuk Korban Banjir dan Tindak Lanjut Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tidak tinggal diam dalam situasi ini. Bantuan darurat telah dikeluarkan guna membantu warga yang terdampak oleh bencana ini. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Mirwan di posko pengungsian yang telah disiapkan.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok seperti beras, air mineral, dan mi instan, serta perlengkapan penting lainnya. Pemerintah juga menyiapkan dapur umum di lokasi pengungsian agar para pengungsi tidak kekurangan makanan selama masa darurat ini.
“Bantuan ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit,” tambahnya menekankan pentingnya perhatian pemerintah kepada warganya.
Penyebab Banjir dan Permintaan Infrastruktur yang Lebih Baik
Salah satu penyebab banjir di daerah tersebut adalah robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya. Keuchik Rasi Riadi menuturkan bahwa tanggul yang rusak tersebut menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman penduduk di sekitarnya.
WargaLhok Raya merasa takut banjir susulan akan datang, yang membuat mereka memilih untuk mengungsi. Mereka berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk segera membangun kembali tanggul yang hancur sepanjang 210 meter tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami meminta bantuan agar tanggul yang rusak segera diperbaiki, karena ini bisa kami sebut sebagai investasi untuk keselamatan masyarakat,” pungkas Rasi, mempertegas permintaan untuk tindakan cepat dari pemerintah.



