Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan bahwa pembentukan karakter anak adalah hal yang sangat penting dan tidak dapat tergantikan oleh teknologi maupun kecerdasan buatan. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meresmikan Kejuaraan Drumband Piala Bupati Klaten 2026 yang digelar di Graha Bung Karno, Kamis (8/10).
Acara pembukaan berlangsung meriah, di mana Hamenang memukul bas drum dan dentuman suara instrument tersebut bergema di seluruh lokasi lomba. Penekanan pada pembentukan karakter ini menunjukkan betapa vitalnya pendidikan karakter di tengah kemajuan teknologi yang pesat.
Hamenang menambahkan bahwa meskipun teknologi memberi kemudahan bagi anak-anak untuk berprestasi, penanaman nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan mengurangi sifat egois harus ditanamkan secara langsung dan sejak dini. Sikap-sikap ini tidak akan bisa diajarkan melalui perangkat teknologi semata.
Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Era Digital
Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pendidikan di era digital saat ini. Anak-anak dihadapkan pada berbagai kemudahan, tetapi tanpa karakter yang kuat, mereka dapat kehilangan arah dan tujuan. Hal ini menjadi tantangan bagi pendidik dan orang tua untuk bisa menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Salah satu cara yang efektif untuk menanamkan pendidikan karakter adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband. Dalam kegiatan ini, semua anggota tim harus saling berkolaborasi untuk mencapai penampilan yang baik, sehingga mendorong pengembangan karakter secara bersamaan.
Hamenang juga menggarisbawahi bahwa dalam drumband, kesalahan dari satu orang bisa berdampak pada keseluruhan penampilan. Ini adalah momen di mana anak-anak belajar tentang tanggung jawab dan kerja tim, serta bagaimana menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka.
Hasil dan Dampak dari Kejuaraan Drumband
Kejuaraan Drumband Piala Bupati Klaten 2026 diikuti oleh 23 tim dari tingkat SD dan SMP dalam Kabupaten Klaten. Mereka tidak hanya berkompetisi memperebutkan piala, tetapi juga diharapkan untuk mengembangkan potensi diri dan memperkuat rasa kebersamaan. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi mereka untuk menunjukkan bakat dan keterampilan di hadapan masyarakat.
Ketua Lomba Drumband, Darmadi, menjelaskan bahwa peserta terbagi menjadi 18 grup dari tingkat SD dan lima grup dari tingkat SMP. Hal ini menunjukkan betapa antusiasnya anak-anak dan sekolah-sekolah dalam berpartisipasi pada ajang bergengsi ini.
Acara ini diadakan untuk memperingati tiga momen penting: Hari Pendidikan Nasional, Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222, dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai positif diharapkan dapat tertanam dalam diri anak-anak dan mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam berprestasi.
Antusiasme dan Partisipasi Siswa dalam Kejuaraan
Antusiasme peserta terlihat jelas, dengan banyak tim menampilkan tema dan konsep yang beragam. Salah satunya adalah tim dari SD Negeri 2 Rejoso, yang diwakili oleh Safia. Ia mengungkapkan rasa senangnya bisa mewakili sekolahnya dalam ajang ini, meskipun diiringi dengan rasa deg-degan menjelang lomba.
Safia menceritakan bahwa timnya menjalani latihan intensif selama dua pekan setelah pulang sekolah. Dalam latihan tersebut, ia berperan sebagai pemain lira, dan mengakui bahwa ada berbagai kesulitan dalam menghafal gerakan yang rumit. Proses ini menunjukkan dedikasi dan semangat juang peserta.
Kesulitan-kesulitan tersebut merupakan bagian dari proses belajar yang harus dilalui. Dengan tema yang diangkat dari laut, Safia dan timnya berusaha untuk menyajikan penampilan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. Penampilan yang baik diharapkan dapat menciptakan momen berharga dan dapat diapresiasi oleh semua yang hadir.



