Seorang petani lansia di Tasikmalaya ditemukan tewas dalam kebunnya pada Rabu sore. Korban, S (65), berasal dari Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, terlibat dalam insiden tragis saat membersihkan kebun miliknya.
Menurut informasi yang berkembang, petani tersebut mengalami kecelakaan yang berpotensi fatal akibat kebakaran yang tidak disengaja. Keluarga dan masyarakat setempat sangat terkejut dengan kejadian ini dan mengenang sosok korban dengan penuh rasa kehilangan.
Pada hari insiden, korban berpamitan kepada istrinya dengan niat mencari kayu bakar. Namun, kondisi di kebun yang kering dan berangin menjadi faktor pemicu terjadinya kebakaran yang tidak terduga tersebut.
Rincian Kejadian Kebakaran yang Merenggut Nyawa
Setibanya di kebun yang terletak di tebing perbukitan, S mulai membakar tumpukan daun dan ranting kering. Ia berpikir bahwa tindakan ini dapat membersihkan kebunnya agar lebih tertata dan rapi, tanpa menyadari potensi bahaya yang mengintai.
Api dengan cepat merambat karena keringnya lahan, membuat segala sesuatu di sekitarnya menjadi berisiko. Dalam upaya memadamkan api, S mengalami sesak napas akibat asap yang pekat dan berbahaya.
Melihat situasi semakin buruk, dokter keluarga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit pernapasan. Hal ini semakin memperburuk kemampuannya untuk bertindak cepat dalam situasi darurat.
Usaha Memadamkan Api yang Berujung Tragis
Saat berusaha memadamkan api, S menggunakan pelepah pisang dan cabang-cabang pohon. Namun, dalam keadaan panik, ia terpeleset dan jatuh ke dalam kobaran api yang semakin meluas.
Warga yang berada di sekitar segera bergegas untuk mencari sumber asap yang dapat membahayakan lingkungan. Dua orang, Abdu dan Iwan, adalah yang pertama menemukan korban dalam keadaan tragis.
Ketika menemukan S, mereka sangat terguncang oleh apa yang mereka lihat. Korban ditemukan dalam kondisi hangus, mengingatkan mereka akan pentingnya keselamatan saat bekerja di lahan pertanian.
Reaksi Keluarga dan Penghormatan terhadap Korban
Setelah insiden tersebut, pihak kepolisian menerjunkan petugas untuk melakukan evakuasi dan menyelidiki kejadian ini. Mereka menemukan bukti-bukti seperti tumpukan rumput, daun, dan bambu di lokasi kejadian yang menunjukkan upaya korban untuk mengatasi kebakaran yang telah terjadi.
Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak untuk melakukan otopsi, menyampaikan rasa ikhlas mereka. Ini menunjukkan kedalaman cinta dan penghormatan yang mereka miliki terhadap sosok yang telah pergi.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah S diserahkan kepada keluarga. Mereka pun segera mengatur pemakaman dengan kehangatan dan penuh kesedihan.



