Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII di Jawa Tengah resmi dibuka oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Stadion Jatidiri, Semarang. Event ini berlangsung dari 25 hingga 31 Oktober 2026, diikuti oleh hampir delapan ribu atlet dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Setiap kontingen akan bertanding dalam 58 cabang olahraga dengan total 810 nomor pertandingan. Gubernur Luthfi menekankan pentingnya Porprov sebagai langkah awal bagi atlet untuk mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
“Melalui Porprov, kita ingin memberikan wadah bagi atlet-atlet kita agar lebih diperhitungkan di tingkat nasional,” ungkap Luthfi. Dia berharap setiap daerah mampu menetapkan target yang berani untuk menghasilkan atlet berprestasi di kancah yang lebih luas.
Pentingnya Porprov untuk Pembinaan Atlet
Porprov tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi para atlet. Ini adalah kesempatan untuk memotivasi mereka agar lebih gigih dalam berlatih dan berjuang dalam mencapai cita-cita mereka.
Menurut Gubernur, ajang ini juga memiliki peran penting dalam memperkuat ikatan antar sesama atlet dan ofisial. Semangat persatuan dan kesatuan diharapkan dapat muncul selama berlangsungnya kompetisi ini, menciptakan suasana yang harmonis.
“Kita semua harus mengesampingkan ego masing-masing dan fokus pada kesuksesan bersama,” tambah Luthfi, mengingatkan para peserta untuk saling menghormati dan menjaga integritas. Dengan sikap yang positif, hasil yang cemerlang diharapkan dapat tercapai.
Keuntungan Ekonomi dari Gelaran Porprov
Kegiatan olahraga berskala besar seperti Porprov juga diharapkan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian lokal. Di samping mempromosikan olahraga, event ini berpotensi meningkatkan okupansi hotel dan peluang bisnis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kota Semarang, Salatiga, dan beberapa daerah lain menjadi tuan rumah gelaran ini, yang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi. Gubernur Luthfi menyampaikan optimisme bahwa perputaran finansial akan terjadi dan memberi berkah bagi masyarakat setempat.
“Kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi,” ujarnya, menandaskan pentingnya peran semua pihak dalam menyukseskan event ini. Porprov diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.
Persiapan dan Lokasi Pertandingan di Porprov XVII
Tahun ini, Porprov tidak hanya digelar di satu lokasi, tetapi tersebar di beberapa kota untuk memastikan semua cabang olahraga dapat dilaksanakan dengan baik. Beberapa cabang yang tidak dapat dilangsungkan di Semarang, akan diselenggarakan di kota lain seperti Surakarta dan Pati.
Balap sepeda, misalnya, akan dilangsungkan di velodrom Surakarta, sementara aeromodeling akan diadakan di Bandara Ngloram, Kabupaten Blora. Hal ini dilakukan untuk memenuhi syarat fasilitas yang diperlukan setiap cabang.
Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko juga menjelaskan, Porprov merupakan ajang empat tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan atlet. Event ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah yang telah dibina dengan baik.



