Dinas Perhubungan DKI Jakarta baru saja menetapkan tarif baru untuk layanan TransBandara rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tarif yang berlaku mulai 1 September 2026 ini mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp15 ribu per penumpang dari tarif sebelumnya yang hanya Rp3.500.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menekankan pentingnya penetapan tarif ini untuk memastikan keberlanjutan operasional layanan sekaligus memenuhi standar pelayanan minimum. Kenaikan ini adalah langkah yang dipandang perlu demi kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat.
Budi menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada 12 Maret hingga akhir Juni 2026, layanan tersebut telah melayani hampir 183 ribu pelanggan, dengan rata-rata penumpang mencapai 1.851 setiap hari. Ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi terhadap layanan transportasi ke bandara.
Pentingnya Penyesuaian Tarif dalam Transportasi Publik
Peningkatan tarif menjadi hal yang umum dalam dunia transportasi publik, namun terkadang menuai reaksi dari masyarakat. Penyesuaian ini, menurut Budi, adalah bagian dari upaya untuk menjamin kualitas layanan dan keberlanjutan operasional. Dengan tarif baru, TransBandara diharapkan dapat memperbaiki fasilitas yang ada.
Selama masa promosi tiga bulan pertama, tarif yang dikenakan sangat rendah, hanya Rp3.500. Meskipun kenaikan tarif cukup signifikan, TransBandara tetap merupakan pilihan transportasi yang paling ekonomis dibandingkan alternatif lain seperti taksi konvensional atau transportasi daring.
Kenaikan tarif ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi pendapatan tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan. Penataan area keberangkatan di Terminal Blok M saat ini menjadi prioritas agar penumpang merasa nyaman dan aman saat menggunakan layanan ini.
Keberlanjutan dan Subsidi Transportasi Umum
Budi memastikan bahwa meskipun tarif baru telah ditetapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan memberikan subsidi untuk memastikan layanan ini terjangkau bagi masyarakat. Biaya produksi per penumpang untuk jarak 64 kilometer mencapai Rp70 ribu, sehingga subsidi menjadi penting untuk menjaga aksesibilitas.
Langkah ini bukan hanya sekedar mendukung operasional, tetapi juga menjamin bahwa masyarakat tidak terbebani oleh biaya transportasi yang tinggi. Harapannya, dengan subsidi, semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan. Ini termasuk penambahan armada dengan ruang bagasi dan meningkatkan ketepatan waktu bus agar lebih sinkron dengan jadwal penerbangan.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Layanan
Salah satu fokus utama pihak Transjakarta adalah menjaga kepuasan pengguna. Dengan tingkat kepuasan yang sudah mencapai 97,5 persen, mereka berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang baik. Pihaknya menggandeng berbagai instansi untuk memastikan semua proses berjalan lancar.
Peningkatan fasilitas di terminal dan armada sangat penting agar penumpang merasa lebih nyaman. Hal ini menjadi nilai tambah yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan di masa depan.
Welfizon juga menekankan pentingnya promosi layanan agar masyarakat lebih mengenal keunggulan TransBandara. Kerjasama dengan pihak terkait menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan brand awareness di masyarakat.


