Dua orang korban penumpang KM Nurul Salsa akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh kru kapal nelayan di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi harapan baru di tengah tragedi yang menimpa kapal yang tenggelam beberapa waktu lalu.
Jumlah korban selamat kini mencapai total 59 orang, yang menunjukkan hasil yang menggembirakan meski masih terdapat beberapa penumpang yang belum ditemukan. Pihak SAR mengungkapkan rasa syukur atas penemuan tersebut, namun tetap berfokus pada upaya pencarian korban yang masih hilang.
“Alhamdulillah, setelah lima hari operasi SAR, kami menemukan dua orang penumpang dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar. Dengan keberhasilan ini, tim SAR mengharapkan bisa menemukan korban lainnya secepat mungkin.
Penemuan Korban: Usaha dan Harapan
Kedua korban yang berhasil ditemukan adalah Nurmiati (46 tahun) dan Jasmal (24 tahun). Keduanya telah dievakuasi menggunakan KRI Marlin 877 menuju Pelabuhan Benteng, dimana mereka akan mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Proses penyelamatan ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antar berbagai pihak dalam operasi SAR.
Manajer tim SAR Gabungan menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Penemuan ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Dengan ditemukan dua korban tersebut, kini jumlah penumpang KM Nurul Salsa yang dapat diselamatkan menjadi 59 orang. Meskipun satu orang dilaporkan meninggal, upaya pencarian tetap berlanjut untuk menemukan 18 orang lainnya yang masih hilang di lautan.
Deskripsi dan Kronologi Kejadian
Kapal KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu, 15 Juli, dengan membawa total 78 penumpang. Kapal tersebut mengalami gangguan mesin yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang memalukan di perairan Selayar. Kejadian ini menjadi perhatian besar masyarakat dan instansi terkait.
Informasi mengenai penemuan korban berawal dari koordinasi antara tim Polres Kepulauan Selayar dan Ketua BPD Sabalana. Dalam penemuan tersebut, informasi tentang lokasi dan waktu penemuan sangat önemli agar evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Operasi Pencarian yang Berkelanjutan
Komandan KRI Marlin 877, Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring, menjelaskan bahwa setelah penemuan, kedua korban segera dievakuasi ke atas kapal untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan pertama. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kedua korban.
Operasi SAR terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai alat dan tim. Hal ini menunjukkan komitmen pihak berwenang untuk terus mencari tiga korban lainnya yang masih hilang. Intensitas pencarian ini diharapkan bisa membuahkan hasil dalam waktu dekat.
Setelah mendapatkan pertolongan medis dasar, kedua korban akan dibawa ke Pulau Jampea untuk perawatan lebih lanjut. Langkah ini diperlukan agar kondisi kesehatan mereka dapat dipastikan dan memberikan waktu bagi pihak berwenang untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.



