Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, agar segera dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Hingga 2 Agustus 2026, progres fisik pembangunan sekolah berasrama gratis ini telah mencapai 91,27 persen dari total target 95,98 persen.
Proyek ini dikerjakan oleh salah satu kontraktor besar dengan melibatkan sebanyak 1.621 tenaga kerja di lapangan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa meskipun proyek ini hampir selesai, masih ada beberapa tantangan teknis yang harus dihadapi, terutama terkait kondisi tanah di lokasi.
Ia menargetkan agar proyek ini selesai pada akhir Agustus 2026. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil dan mendukung berbagai program pendidikan nasional.
Perkembangan Terbaru Pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju
Sekolah Rakyat di Mamuju dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu berbasis asrama dengan luas lahan 8,03 hektar dan total luas bangunan mencapai 40.958 meter persegi. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut, yang selama ini kekurangan sarana yang memadai.
Dalam peninjauannya, Menteri Dody mencatat bahwa pembangunan ini tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keamanan. Oleh karena itu, fasilitas-fasilitas seperti sistem pengawasan CCTV telah disiapkan untuk manajemen keamanan yang baik.
Pembangunan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti gedung untuk pendidikan jenjang SD hingga SMA, rumah susun bagi guru, serta gedung serbaguna untuk kegiatan di luar jam pelajaran.
Tantangan dalam Proses Pembangunan Sekolah Rakyat
Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam pembangunan ini adalah kondisi tanah berbatuan di lokasi. Untuk menyiasati masalah ini, metode pre-boring berbatu diterapkan, yaitu pengeboran awal dengan diameter lebih kecil sebelum pemasangan tiang pancang.
Metode ini bertujuan untuk memecah lapisan tanah keras agar tiang pancang dapat dipasang dengan aman tanpa mengalami kerusakan. Kendala ini sempat menghambat progres, namun kini telah ada kemajuan signifikan dalam penyelesaiannya.
Menteri Dody menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mempercepat seluruh proses pembangunan dengan berbagai strategi, termasuk koordinasi dengan pihak terkait untuk menambah jumlah tenaga kerja di lapangan.
Komitmen Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Pembangunan Sekolah Rakyat ini mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu fokus utama adalah menyiapkan pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah terpencil.
Dengan adanya sekolah ini, diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan partisipasi siswa dalam pendidikan formal. Fasilitas asrama diharapkan juga memberikan akomodasi yang memadai bagi siswa dari daerah yang jauh.
Pada akhirnya, proyek ini menjadi bagian integral dari visi dan misi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan mendukung pemerataan pembangunan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.


