Dalam sebuah misi penyelamatan yang dramatis, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengerahkan timnya untuk mengevakuasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang mengalami sakit parah di tengah lautan. Kejadian ini berlangsung saat kapal MV Novena WW yang berlayar dari Jepang menuju Australia membutuhkan bantuan medis di perairan dekat Pulau Kalukalukuang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kapal tersebut meminta evakuasi medis setelah salah satu anggotanya, Nguyen, seorang warga negara Vietnam berusia 24 tahun, mengalami sakit perut yang disertai demam tinggi. Kedaruratan ini membutuhkan tindakan cepat dan tepat agar nyawa korban bisa diselamatkan.
Pada malam hari, tepatnya tanggal 20 Juni 2023, Basarnas menerima laporan kondisi darurat ini. Informasi tersebut diperoleh dari koresponden kapal yang menyampaikan perlunya evakuasi segera untuk pasien, yang posisinya berada sekitar 110 nautical mile dari Dermaga Soekarno-Hatta Makassar.
Penyampaian Laporan dan Tindakan Darurat
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan, “Saat menerima informasi tersebut, kami langsung merespons dengan mengirimkan tim kami ke lokasi kejadian.” Melalui pengiriman tim tersebut, Basarnas berharap evakuasi berjalan dengan aman dan efektif.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer KPP Makassar, ABK KN SAR Kamajaya, Polairud, TNI AL, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan bekerja sama untuk melaksanakan misi ini. Kerja sama ini sangat vital mengingat tantangan yang dihadapi di tengah laut.
Setelah tim berhasil mencapai lokasi, mereka segera melakukan langkah-langkah evakuasi. Dengan persiapan matang, mereka bisa memindahkan Nguyen ke KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan medis awal tanpa kendala yang berarti.
Proses Evakuasi yang Lancar dan Aman
Proses evakuasi berlangsung dengan baik, dan semua anggota tim menunjukkan profesionalisme yang tinggi. “Kami berhasil mengevakuasi korbannya, dan proses pemindahan berlangsung lancar,” ungkap Andi Sultan mengenai keberhasilan operasi tersebut.
Berkat sinergi yang baik antara berbagai institusi, evakuasi ini dapat dilakukan dalam waktu yang relatif cepat. Setibanya di KN SAR Kamajaya, Nguyen langsung mendapatkan perawatan awal untuk mengatasi kondisi kesehatannya.
Setelah proses evakuasi selesai, seluruh tim membawa korban menuju Dermaga Soekarno-Hatta Makassar. Sesampainya di sana, Nguyen langsung dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut agar kondisi kesehatannya bisa pulih sepenuhnya.
Reaksi dan Pentingnya Koordinasi Tim dalam Misi Penyelamatan
Reaksi positif datang tidak hanya dari tim SAR, tetapi juga dari pihak kapal dan keluarga korban yang merasa bersyukur atas respon cepat yang diberikan. “Kejadian seperti ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama antarinstansi saat menghadapi situasi darurat di laut,” kata Andi Sultan.
Direktur Kemanusiaan Basarnas menambahkan, “Keberhasilan evakuasi ini mencerminkan dedikasi dan profesionalisme di lapangan. Sudah menjadi tugas kami untuk menjaga keselamatan nyawa, terutama dalam situasi yang kritis.” Pujian ini mencerminkan komitmen tinggi dari para petugas yang terlibat.
Tindakan cepat dan koordinasi yang baik tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan penyelamatan di laut. Kejadian ini pun menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya persiapan dan komunikasi yang efektif ketika menghadapi situasi darurat.


