Pada Senin malam, sebuah kebakaran besar melanda Kampung Bapouda di Distrik Paniai Timur, Provinsi Papua Tengah. Kebakaran yang dimulai sekitar pukul 00.25 WIT ini menyebabkan kehancuran parah, dengan lebih dari 40 bangunan pasar terbakar habis dan mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
Ketika api membesar dengan cepat, petugas kepolisian setempat langsung melakukan evakuasi terhadap para korban ke RSUD Paniai. Namun, di tengah upaya pemadaman, mereka mendapati lima orang dewasa dan enam anak-anak di antara yang tewas.
Kronologi Kejadian Kebakaran di Kampung Bapouda
Kebakaran yang terjadi di kawasan pasar ini nampaknya disebabkan oleh kondisi bangunan yang saling berdempetan. Hal tersebut membuat api dengan mudah menyebar dari satu kios ke kios lainnya.
Ketika kebakaran berlangsung, petugas kepolisian yang dikerahkan membawa satu kendaraan taktis penyemprot air untuk memadamkan api yang berkobar. Namun, besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama dan sulit.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa upaya pemadaman berhasil dilakukan sekitar pukul 03.30 WIT. Kini, mereka masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi kebakaran untuk menentukan penyebab pasti.
Evakuasi Korban dan Penanganan Lanjutan
Setelah api berhasil dipadamkan, aparat kepolisian menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal dunia. Dari total korban yang dibawa ke rumah sakit, lima orang dewasa diketahui berusia antara 28 hingga 70 tahun.
Sementara itu, enam anak yang juga menjadi korban kebakaran memiliki usia yang sangat muda, berkisar antara 2 hingga 9 tahun. Ini menjadi sorotan penting, mengingat dampak besar yang ditimbulkan terhadap keluarga-keluarga di kawasan tersebut.
Seluruh korban mendapatkan penanganan medis di RSUD Paniai, dan pihak keluarga kini sedang berusaha untuk mengatasi kehilangan tragis ini.
Upaya Kepolisian dalam Menyelidiki Kebakaran
Pihak kepolisian kini fokus menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran yang mematikan ini. Mereka mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di lokasi kejadian untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.
Kepala Subbidang Penmas Humas Polda Papua Tengah menyampaikan bahwa penyelidikan ini sangat krusial untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. Dalam kesempatan tersebut, mereka meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Hasil dari penyelidikan ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bisa menjadi langkah preventif bagi ke depannya.



