Ketua organisasi dan partai buruh, Said Iqbal, baru-baru ini dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden dalam bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, menandai sebuah langkah signifikan bagi perjalanan karir aktivis buruh yang telah berkiprah selama puluhan tahun ini.
Jabatan ini menjadi posisi publik pertama bagi Iqbal, yang selama ini dikenal aktif dalam advokasi hak-hak pekerja. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh.
Pelantikan Iqbal terjadi bersamaan dengan sejumlah pelantikan lainnya, termasuk pimpinan Badan Gizi Nasional. Ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam struktur organisasi pemerintah terkait dengan isu-isu penting bagi masyarakat.
Profil Singkat Said Iqbal dan Awal Karirnya di Organisasi Buruh
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968 dan mengawali karirnya sebagai pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi. Sejak tahun 1992, ia sudah aktif dalam serikat pekerja tempatnya bekerja, menunjukkan komitmennya terhadap hak-hak buruh sejak dini.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta dan melanjutkan pendidikan tinggi, Iqbal meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya. Selain itu, ia juga menyelesaikan program Magister Ekonomi di Universitas Indonesia, yang menjadi modal berharga untuk aktivitasnya dalam organisasi buruh.
Pascareformasi 1998, Iqbal turut serta dalam mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), di mana ia menjabat sebagai Sekjen hingga menjadi Presiden. Posisi ini membawanya semakin dikenal di kalangan aktivis buruh, meletakkan dasarnya untuk peran lebih luas di KSPI.
Peran Iqbal dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
Di bawah kepemimpinan Iqbal, KSPI tumbuh menjadi salah satu organisasi buruh terbesar yang menaungi berbagai federasi serikat pekerja. Ia banyak terlibat dalam forum buruh internasional, memperjuangkan hak-hak buruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.
Iqbal menjabat sebagai Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council dan menjadi anggota General Council International Trade Union Confederation. Keterlibatannya dalam organisasi tersebut menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di kawasan Asia Tenggara dan di seluruh dunia.
Sejak pandemi, Iqbal semakin aktif dalam ranah politik, dan dilantik sebagai Presiden Partai Buruh pada 5 Oktober 2021. Meskipun terjun ke dunia politik, ia tetap memimpin KSPI, mempertahankan posisinya sebagai suara buruh di Indonesia.
Kampanye dan Perjuangan Buruh yang Meraih Perhatian
Selama memimpin gerakan buruh, Iqbal menjadi sorotan publik melalui kampanye Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM) antara tahun 2012 dan 2013. Aksi-aksi ini diwarnai berbagai mogok kerja, menggerakkan ribuan pekerja untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Dia juga terlibat dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), mendorong lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan program jaminan pensiun bagi pekerja. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam memperbaiki jaminan sosial bagi para buruh di Indonesia.
Baru-baru ini, Iqbal juga berperan aktif dalam pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang baru disahkan, menunjukkan komitmennya untuk melindungi hak-hak pekerja, terutama yang paling rentan. Ini adalah bagian dari agenda yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.



