Tragedi yang menimpa Diska, seorang gadis kecil berusia tujuh tahun, menyisakan duka mendalam setelah merenggut kedua orang tuanya dalam sebuah insiden kapal tenggelam. Insiden tersebut terjadi saat kapal yang mereka tumpangi, KM Nurul Salsa, menuju Pelabuhan Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami musibah yang memisahkan mereka untuk selamanya.
Diska, yang lahir dari pasangan Hasbi dan Malida, kini harus menjalani hidup tanpa orang tua yang selama ini menemaninya. Dicatatkan bahwa insiden tersebut berlangsung pada Rabu, 15 Juli lalu dan hingga kini, para korban masih dinyatakan hilang.
“Diska sempat bersama orang tuanya sebelum kejadian ini,” ujar Tante Diska, Bau Asseng, yang juga menjadi salah satu korban. Ia mencurahkan perasaannya mengenai keadaan keponakannya, yang harus menanggung kesedihan luar biasa akibat kehilangan mendalam ini.
Deskripsi Insiden Kapal Tenggelam dan Dampaknya
Saat kapal tenggelam, Bau Asseng mengaku berusaha bertahan bersama orang tuanya. Mereka berpegang pada pelampung gabus bersama enam penumpang lainnya sambil menunggu pertolongan di tengah lautan yang bergejolak.
“Kondisi laut ketika itu sangat tidak bersahabat,” jelasnya. Diterpa gelombang tinggi, mereka kesulitan untuk bertahan, yang akhirnya memisahkan Diska dari kedua orang tuanya.
Ibu Diska bertahan selama tiga malam sebelum meninggal di atas pelampung karena kelelahan dan dehidrasi, sementara ayahnya sempat memberikan pesan untuk menjaga Diska sebelum mereka terpisah.
Proses Pencarian Korban dan Upaya Penyelamatan
Sampai saat ini, upaya pencarian korban masih dilakukan oleh pihak terkait dan tim penyelamat. Lima orang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas dari laut Flores, menunjukkan harapan di tengah kesedihan.
Bau Asseng, Diska, dan beberapa penumpang lainnya ditemukan dalam keadaan selamat meski harus menghadapi kehilangan yang mendalam. “Kami sangat bersyukur bisa ditemukan,” ucap Bau Asseng, sembari mengenang hari-hari sulit yang telah dilalui.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar pun turut memberikan perhatian bagi para korban, khususnya Diska yang kini menjadi yatim piatu setelah kehilangan orang tuanya.
Kebijakan dan Dukungan dari Pemerintah Terhadap Korban
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada Diska, termasuk jaminan biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Ini merupakan langkah konkret untuk meringankan beban yang ditanggung oleh anak kecil ini dalam menghadapi masa depannya.
Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, menegaskan bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencari korban yang belum ditemukan. “Kami memohon doa agar proses pencarian ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Sikap tanggap ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap situasi darurat dan perlunya dukungan kepada warga yang terkena dampak dari tragedi ini.
Pentingnya Kesadaran Keselamatan dalam Perjalanan Laut
Insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan laut. Banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kondisi cuaca hingga kelayakan kapal yang digunakan.
Kepala Dinas Perhubungan setempat menyarankan agar penumpang selalu mengecek kelayakan angkutan laut dan mendengarkan informasi dari pihak otoritas. “Laut bisa berbahaya, jadi keselamatan harus jadi prioritas utama,” tegasnya.
Penting untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keselamatan berlayar dan memahami prosedur dasar yang harus diikuti saat berada di laut.



