Polisi menangkap seorang pria berinisial MY (34) yang diduga terlibat dalam ancaman teror bom. Kejadian ini terjadi setelah MY mengirimkan pesan berisi ancaman tersebut kepada ketua RT setempat dan pihak sekolah di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.
“Pelaku sudah mengirimkan pesan yang sama sebelumnya, namun tidak dalam waktu berdekatan,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin. Dia menambahkan, ketua RT yang menerima pesan ancaman tersebut berusaha menghubungi pelaku setelah mendapatkan pesan itu.
Menanggapi pesan ancaman yang diterima, ketua RT pun segera bertindak. Iman menjelaskan bahwa komunikasi antara ketua RT dan MY berlangsung karena keduanya saling mengenal, sehingga percakapan dapat dilakukan secara langsung.
Motif di Balik Tindakan Ancaman Teror
Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian menemukan bahwa aksi MY ternyata didasari oleh faktor keisengan. Meskipun awalnya dianggap sepele, Iman mengungkapkan ada unsur kekecewaan pribadi yang mendampingi tindakan tersebut.
“Pelaku awalnya mengaku iseng, namun ia juga mengatakan memiliki kekecewaan dalam hidupnya yang mempengaruhi tindakannya, meski kekecewaan itu tidak terkait langsung dengan sekolah,” tambah Iman.
Kasus ini pun menarik perhatian masyarakat karena terjadi pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Hal ini membuat suasana di sekolah menjadi tegang dan waspada.
Pembubaran Kegiatan Sebagai Tindakan Preventif
Akibat dari teror bom ini, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengkonfirmasi bahwa kegiatan MPLS di sekolah tersebut harus dibubarkan. Keputusan ini diambil demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik yang sedang berada di lokasi.
Selama proses penyisiran untuk memastikan keamanan sekolah, tim dari Gegana dan Densus 88 dikerahkan. Proses tersebut memakan waktu beberapa jam, yang menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani ancaman ini.
Nurma melaporkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, situasi di sekolah dinyatakan aman. Penyisiran dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak untuk memastikan tidak ada benda berbahaya yang tersisa.
Isi Pesan Ancaman yang Mengguncang Sekolah
Pihak kepolisian juga memaparkan isi dari pesan yang dibuat oleh MY. Dalam pesan tersebut, pelaku menginformasikan bahwa bom akan diledakkan dalam hitungan menit, serta menyebutkan adanya beberapa titik yang menjadi sasaran.
Dari tangkapan layar yang diperoleh, terungkap bahwa MY mengirim pesan ancaman tersebut sebanyak dua kali. Selain mengirimkan pesan, ia juga melakukan panggilan singkat (miscall) jika tidak ada respon dari penerima pesan.
“Isi pesan berisi peringatan untuk bersiap-siap karena gedung sekolah akan meledak dalam beberapa menit ke depan,” kata Nurma, menjelaskan bagaimana seriusnya ancaman tersebut.



