Donghan.co.id
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Donghan.co.id
No Result
View All Result
Home Raket

Peringatan Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan: Menolak Lupa dan Menuntut Keadilan

Han Zhou by Han Zhou
October 1, 2026
in Raket
38 1
0
Peringatan Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan: Menolak Lupa dan Menuntut Keadilan
32
SHARES
356
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Di kota Malang, suasana di depan Balai Kota mendadak hening saat peringatan empat tahun tragedy Kanjuruhan digelar pada malam hari yang tenang pada 1 Oktober. Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan penggemar Arema FC berkumpul dalam aksi teatrikal untuk mengenang kejadian tragis yang menewaskan lebih dari 135 jiwa dalam insiden tersebut.

Massa datang sejak sore hari, membawa berbagai poster dengan tulisan pernyataan mendalam seperti “Justice for 135+” dan “Stop Talking About Kanjuruhan”. Dalam aksi tersebut, lilin-lilin dinyalakan yang diletakkan di sekitar kaus bertuliskan “Justice For The 135+”, menambah nuansa haru saat nama-nama korban dibacakan satu per satu dan diiringi dengan doa.

Suasana semakin emosional ketika nama setiap korban dipanggil, diikuti oleh tuntunan doa Al-Fatihah. Setiap nama yang disebutkan dimasukkan ke dalam wadah sebagai simbol penghormatan yang dikhususkan untuk mengenang mereka yang telah tiada.

Pentingnya Mempertahankan Ingatan atas Tragedi Kanjuruhan

Koordinator Aksi Kamisan, Eko, menjelaskan bahwa peringatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat tidak melupakan tragedi Kanjuruhan. Pesan utama adalah agar publik terus berbicara dan menyuarakan keadilan bagi para korban yang belum mendapat hak mereka.

Aksi teatrikal ini diartikan sebagai simbol pengingat bahwa ingatan atas tragedi tersebut terus dijaga oleh keluarga, pendamping korban, Aremania, dan masyarakat sipil. Eko menekankan, “Don’t stop talking about Kanjuruhan,” yang menjadi slogan untuk mengingatkan semua orang akan pentingnya keadilan.

Empat tahun berlalu, namun keadilan masih sulit dijangkau oleh keluarga korban. Eko mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan berbagai langkah hukum, tetapi upaya tersebut tampaknya belum membuahkan hasil yang diharapkan. Rasa frustrasi ini mencerminkan harapan mereka untuk menemukan titik terang dalam kasus yang menyayat hati ini.

Perkembangan Hukum dan Tuntutan Keluarga Korban

Setelah tragedi, berbagai upaya hukum dilakukan, namun keadilan yang diharapkan belum terlihat. Eko mengingatkan bahwa meski ada bantuan dan restitusi dari pemerintah, hal tersebut tidak cukup untuk menutupi luka yang dirasakan oleh keluarga korban. Masih ada banyak hal yang harus dipenuhi untuk memenuhi tuntutan mereka.

Salah satu perwakilan Aremania, Ambon Fanda, juga mengkritik perlakuan hukum yang diterima para pelaku. Dalam pandangan Fanda, vonis ringan bagi mereka dianggap tidak sepadan dengan jumlah korban jiwa yang hilang. Dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan hukum yang dianggap tidak adil.

Fanda juga mengeluhkan proses hukum yang dianggap lamban, terutama dalam mengungkap aktor di balik tragedi tersebut. Ia menekankan bahwa sebatas hukum yang diberikan kepada pelaku tidak akan menyelesaikan masalah jika otak pelaku yang merencanakan kejadian tersebut masih bebas.

Insiden Tragis di Stadion Kanjuruhan dan Reaksi Publik

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022. Insiden ini dimulai ketika fan mencoba merangsek masuk ke lapangan, dan aparat kepolisian merespons dengan menembakkan gas air mata. Usai kejadian, jumlah korban jiwa melonjak hingga 135 orang dan ratusan lainnya mengalami luka.

Pihak kepolisian telah menetapkan enam tersangka, dulunya termasuk anggota kepolisian dan beberapa pihak swasta. Namun, berbagai vonis yang dijatuhkan dinilai tidak mencerminkan keadilan yang seharusnya hadir bagi para korban dan keluarga mereka.

Kemenangan hukum di tingkat kasasi juga masih menyisakan banyak tanda tanya. Beberapa terdakwa yang awalnya bebas, setelah banding akhirnya divonis kembali dengan penjara, menggugah rasa keraguan akan keseriusan penegakan hukum dalam kasus ini.

Kepentingan Bisnis Dalam Mengabaikan Keselamatan

Kejadian tersebut juga membawa perhatian pada aspek keselamatan dalam pertandingan olahraga. Hal ini terlihat saat majelis hakim menilai bahwa PT LIB, selaku operator liga, mengabaikan keselamatan para pemain, suporter, dan keamanan. Pengabaian tersebut menjadi salah satu faktor terjadinya tragedi yang memalukan ini.

Pihak pengelola laga Arema FC mengklaim bahwa mereka terikat kontrak bisnis yang membuat mereka sulit untuk memajukan jadwal pertandingan. Di tengah kepentingan finansial yang diutamakan, keselamatan para suporter dan pemain menjadi pertaruhan yang sangat fatal.

Pengakuan dari pihak penyelenggara mengenai pertimbangan komersial ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat. Bagaimana mungkin keselamatan nyawa dapat dikorbankan demi keuntungan yang sifatnya sementara? Jelas menjadi refleksi bagi semua pihak untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam setiap event olahraga.

Tags: danEmpatKanjuruhanKeadilanLupaMenolakMenuntutPeringatanTahunTragedi
Tweet8Share13Share
Previous Post

Serah Terima Jabatan Kapolri dan Wakapolri Dilaksanakan Besok di Mabes Polri

Next Post

Kronologi Aturan Pengecualian Bukti Lulus SMA dari Eks Ketua KPU

Han Zhou

Han Zhou

Next Post
Kronologi Aturan Pengecualian Bukti Lulus SMA dari Eks Ketua KPU

Kronologi Aturan Pengecualian Bukti Lulus SMA dari Eks Ketua KPU

Youtube Channel

Currently Playing

Follow Our Page

Popular Post

    donghan-1

    donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026

    Follow Us

    Category

    • Basket
    • Formula 1
    • MotoGP
    • Raket
    • Sepakbola
    • Sport Lain

    Tag Cloud

    Anak Baru Bupati Dalam dan dari dengan Diduga Ditangkap DPR Dua Dugaan Dunia Haji Hingga Indonesia Jadi Jakarta Kasus Kebakaran Korban Korupsi KPK Menjadi Menurut Minta oleh Orang Piala Polisi Prabowo Rumah saat Setelah Tahun tentang Terkait Tersangka Tewas Tidak Tiga Timnas untuk Warga yang

    Recent News

    Penerima Gaji Tertinggi Klub Liga Inggris, Peringkat Teratas 10 Kali Lipat dari Terbawah

    Penerima Gaji Tertinggi Klub Liga Inggris, Peringkat Teratas 10 Kali Lipat dari Terbawah

    October 1, 2026
    Terlama 14 Tahun dan Tersingkat 8 Bulan dalam Sejarah

    Suyudi Ario Seto Menjadi Kapolri Menggantikan Listyo Sigit

    October 1, 2026

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    No Result
    View All Result
    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In